Mengenal Apa Itu Narkoba

Pembicaraan tentang narkoba tidak akan pernah ada habisnya, dan Presiden Republik Indonesia mengatakan negara Indonesia adalah darurat narkoba. Jumlah pecandu semakin hari semakin meningkat, berdasarkan survei terhadap sekitar ± 5 juta orang pengguna narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Jenis narkoba yang dikonsumsi pecandu di negara kita antara lain metamfetamin, ekstasi, mariyuana, dan kokain.

Masalah akibat penyalahgunaan narkoba antara lain daya rusak (kerusakan otak tanpa jaminan sembuh), potensi pasar (±5 juta penyalahguna narkoba), dan terjalinnya eksekutif (semua lapisan masyarakat TNI/POLRI, dll) (Terindikasi narkoba) . /staf/staf BNN/jaksa/hakim), korban jiwa dan perbekalan (± 40-50 kematian setiap hari), bantuan modal, perilaku narapidana (masih mengontrol peredaran dari penjara), Jaringan internasional, jaringan penjara (jaringan yang dikelola 60 narkoba 22 penjara), rute yang digunakan adalah jalur laut dan pelabuhan informal, diselundupkan melalui kapal kargo, dan ada tanda-tanda perang pengganti () Sangat ditunjukkan oleh negara asing sebagai sarana perang pengganti).

Lautan narkoba? Badan Narkotika Nasional menyebut jalur tersebut merupakan pintu gerbang paling dominan narkoba. Karena semakin ketatnya pengawasan bandar udara, jalur yang melewati pelabuhan resmi dan ilegal mulai diadopsi. Pengedar menyelundupkan sabu-sabu dengan berbagai cara, antara lain membuat bungkusan yang mirip dengan bungkus teh, reflektor, membuat bungkusan susu, dan membuat mesin sepeda motor.

Apa Itu Narkoba?

Apa itu obat? Narkoba adalah zat alami atau kimia yang bila dimasukkan ke dalam tubuh melalui mulut (minum, inhalasi, inhalasi, inhalasi) atau suntikan/suntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati, emosi, dan perilaku seseorang. Jenis obat, yaitu:

Ganja (Cannabis Sativa) membuat penggunanya ingin makan terus menerus dan membuat mereka merasa tenang
Shabu-shabu (amfetamin) memperkuat pengguna dan memberi mereka perasaan kenyang
Ekstasi, jenis ini sering digunakan di klub malam
Gorila tutup rokok membuat penggunanya berhalusinasi.
Flakka mengubah pengguna menjadi zombie
Jamur Cow Mall (Jamur Ajaib)

Presiden Joko Widodo mengatakan dalam rapat terbatas pada tanggal 24 Februari 2016 untuk membahas masalah narkoba: “.

Adapun strategi operasional penanganan masalah narkoba adalah sebagai berikut:

Pencegahan: Membangun kapasitas dan ketahanan masyarakat untuk memerangi dampak negatif penyalahgunaan zat dan perdagangan gelap.
Pemberantasan: Menemukan dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan menghukum berat dan menyita aset hasil kejahatan narkoba.
Rehabilitasi: Membantu Anda pulih dari kecanduan/kecanduan narkoba dan kembali ke kehidupan yang sehat dan produktif.

Ada enam perintah dari Presiden Republik Indonesia.

Sektor-sektor seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Administrasi Umum Kepabeanan perlu bersinergi secara sinergis. “Semua kementerian telah menghilangkan ego sektoral dan mereka semua bersatu.”
Deklarasi perang terhadap pengedar dan jaringan narkoba. “Namun penanganan hukum juga perlu lebih tegas dan tegas pada jaringan yang terlibat.”
Narkoba ini ada di mana-mana, sehingga menutup semua celah dalam penyelundupan narkoba. “Tutup semua celah penyelundupan narkoba di pintu masuk, tidak hanya di pelabuhan-pelabuhan kecil negara kita, tetapi juga di pelabuhan dan bandara.”
Presiden menyerukan intensifikasi kampanye kreatif tentang bahaya narkoba, yang terutama ditujukan untuk generasi muda.
Pengawasan ketat terhadap Lapas perlu diperkuat agar Lapas tidak dijadikan sebagai pusat peredaran narkoba.
Dalam hal penyalahgunaan dan rehabilitasi pecandu narkoba, program rehabilitasi harus efektif agar dapat memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba secara tuntas.
Peran seluruh elemen negara dalam penanganan narkoba adalah: Pertama, adanya komitmen diri bahwa semua elemen negara bertanggung jawab dan berjanji untuk melindungi diri, keluarga, masyarakat dan lingkungan dari penyalahgunaan dan penyalahgunaan narkoba. berdagang. Kedua, ada regulasi obat. Penerbitan peraturan tentang pencegahan penyalahgunaan dan transaksi ilegal. Ketiga, integrasi kekuasaan. Semua faktor (pemerintah, swasta, masyarakat) berkontribusi terhadap P4GN. Keempat, obat bersih. Mewujudkan masyarakat bebas narkoba, pemerintahan, tempat kerja, lingkungan kampus/sekolah. Kelima, deteksi dini. Lakukan urinalisis secara teratur di fasilitas, organisasi, kampus, sekolah, dan komunitas.

Andre Wonso mengatakan, “Jangan berharap hidup kita hari ini dan esok lebih baik dari kemarin tanpa komitmen yang kuat dan konsisten untuk perbaikan diri. Rehabilitasi Narkoba adalah langkah terbaik untuk mengatasi kecanduan narkoba, namun kita mulai hidup kita